
Daftar Isi
- 1 Tanda-Tanda Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Demo
- 1.1 1. Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Tetap Positif
- 1.2 2. PMI Manufaktur Kembali Ekspansif
- 1.3 3. Inflasi dan Neraca Perdagangan Terjaga
- 1.4 4. Respon Pemerintah dan BI: Meredam Tekanan Pasar
- 1.5 5. Paket Intensif untuk Mendongkrak Ekonomi RI
- 1.6 6. Tingkat Pengangguran RI
- 1.7 7. Kepercayaan Pasar Jadi kunci
Indonesia kembali diguncang aksi demonstrasi yang menyebar di kota besar, khususnya di Jakarta. Gejolak demonstrasi ini sempat memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi RI. Meski begitu, deretan data justru memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi RI masih kokoh di tengah tekanan.
Pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi, hingga intervensi Bank Indonesia menjadi faktor utama yang menjaga ketahanan ekonomi RI di tengah situasi politik yang dinamis.
Lalu, apa saja indikator atau tanda-tanda yang membuktikan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat meski diguncang demo? Berikut ulasannya.
Tanda-Tanda Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Demo

Sejumlah indikator justru menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih berada di jalur yang kuat meski diguncang aksi demo. Beberapa diantaranya adalah:
1. Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Tetap Positif
Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12% year on year (YoY). Angka ini menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam dua tahun terakhir.
Capaian ini sekaligus mengungguli angka psikologis pertumbuhan ekonomi 5% yang menjadi tolak ukur stabilitas ekonomi nasional. Fakta tersebut menandakan bahwa kegiatan ekonomi domestik tetap berjalan meski terjadi gejolak politik.
2. PMI Manufaktur Kembali Ekspansif
Sektor manufaktur menunjukkan perbaikan. Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia naik ke level 51,5. Posisi ini menandakan sektor industri kembali berada di zona ekspansi setelah sebelumnya mengalami tekanan.
Artinya, produktivitas sektor manufaktur tidak terganggu secara signifikan oleh situasi demo yang terjadi pada akhir Agustus 2025 di berbagai kota di Indonesia.
3. Inflasi dan Neraca Perdagangan Terjaga
Inflasi dalam beberapa bulan terakhir masih dalam level terkendali, sementara neraca perdagangan tetap surplus. Kondisi ini memberikan bantalan kuat bagi ekonomi RI untuk menghadapi ketidakpastian akibat demo.
4. Respon Pemerintah dan BI: Meredam Tekanan Pasar
Aksi demo berskala besar sempat menekan nilai tukar rupiah hingga mengalami pelemahan. Namun, kini mulai menguat lagi di awal pekan ke level Rp16.450 per dolar AS.
Penguatan ini didorong oleh intervensi aktif Bank Indonesia yang menjaga kestabilan rupiah seta pelemahan dolar AS di pasar global. Meski demo sempat menekan pasar dan membuat rupiah jatuh, langkah cepat BI berhasil memulihkan kepercayaan pasar.
5. Paket Intensif untuk Mendongkrak Ekonomi RI

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Airlangga Hartarto merilis sejumlah insentif untuk menjaga daya beli masyarakat. Program pemberian makanan gratis kepada pelajar dan ibu hamil akan dipercepat.
Serta, akan ada insentif baru seperti pinjaman untuk investasi di sektor properti dan padat karya. Hal ini menjadi bukti konkret adanya kebijakan fiskal yang pro rakyat.
6. Tingkat Pengangguran RI
Pada Februari 2025, data menunjukkan pengangguran berada di angka 4,76%. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, jumlah penduduk yang belum memiliki pekerjaan masih cukup besar, yakni sekitar 7,28 juta orang.
Dengan porsi terbesar berasal dari generasi muda atau gen z. Situasi ini menegaskan perlunya langkah nyata dalam memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda yang berperan besar sebagai penggerak utama ekonomi RI.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah membentuk Satgas Pencegahan PHK. Menteri Koordinator perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa satgas ini diharapkan dapat menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor.
7. Kepercayaan Pasar Jadi kunci
Meski fondasi ekonomi RI cukup kuat, analisis menekankan pentingnya pemulihan kepercayaan investor. Tanpa hal ini, gejolak politik berisiko memperlambat arus modal masuk dan mempengaruhi stabilitas pasar jangka pendek.
Meski Indonesia diguncang aksi demo besar-besaran, fondasi ekonomi RI terbukti tetap solid. Pertumbuhan ekonomi positif, sektor manufaktur yang kembali ekspansif, inflasi terkendali, hingga respons cepat Bank Indonesia dan pemerintah menjadi faktor utama ketahanan ini.
Dengan kombinasi fondasi ekonomi RI yang kuat dan kebijakan responsif, Indonesia berpeluang menjaga stabilitas sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan di tengah dinamika sosial – politik.
Jangkau insight menarik lainnya terkait finansia, investasi, bisnis, dan edukasi di blog Koperasi Propertree!





